← Atlas Rumah Adat Nusantara
Sulawesi Tenggara · Buton

Rumah Banua TadaTiga Tingkat Tiang · Buton

LIHAT MODEL 3D INTERAKTIF
ProvinsiSulawesi Tenggara
SukuButon
Bentang± 15 m
Tinggi± 12 m
Rumah Banua Tada — model 3D

Filosofi & Makna

Banua Tada adalah rumah adat suku Wolio di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Namanya berasal dari banua (rumah) dan tada (siku), karena rangka bangunannya tersusun dari pertemuan siku-siku kayu yang saling mengunci. Seluruh bagian lantai dan dinding disatukan teknik kunci dan pasak kayu, tanpa satu pun paku besi. Menurut riwayat setempat, bentuk rumah ini sudah ada sejak masa Raja Wa Kaa Kaa sekitar abad ke-13.

Bentuk dan ukurannya adalah penanda status sosial pada masa Kesultanan Buton. Ada tiga tingkatan: Kamali atau Malige untuk sultan dan keluarganya, Banua Tada Tare Pata Pale (rumah siku bertiang empat) untuk pejabat istana, dan Banua Tada Tare Talu Pale (bertiang tiga) untuk rakyat biasa. Filosofinya memandang rumah sebagai tubuh manusia: pondasi adalah kaki, badan bangunan adalah tubuh, dan atap adalah kepala.

Tata Ruang Dalam

Anatomi Bangunan

Tutumbu (Tiang Utama)

Tiang tengah dari kayu wala bersegi empat yang menjulang sampai bubungan, namanya berarti tumbuh terus. Tiang depan berjumlah lima dan berjajar ke belakang sampai delapan deret, seluruhnya empat puluh tiang.

Sistem Sambungan Kunci

Papan lantai dan dinding disusun dengan teknik kunci dan pasak kayu, tanpa paku besi. Sambungan saling mengait ini membuat struktur lentur sehingga rumah panggung tetap utuh saat diguncang gempa.

Pondasi Batu dan Sandi

Tiang ditumpangkan di atas pondasi batu, tidak ditanam ke tanah. Sandi menjadi landasan dasar yang meratakan beban bangunan bertingkat empat di atas tanah Buton yang berbukit.

Atap Susun Rumbia

Atap Kamali tersusun dua lapis dari daun rumbia dan hipa-hipa yang ditumpuk bertingkat untuk menghalau hujan sekaligus menahan panas. Pada bubungannya dipasang ukiran naga yang melambangkan kebesaran kerajaan, sedangkan papan lis atap dihiasi motif nanas yang bermakna khusus.

Empat Tingkat Lantai

Bangunan bertingkat empat dengan ruang yang makin menyempit ke atas, lalu melebar lagi di lantai penjemuran. Tiap tingkat punya tangga sendiri, termasuk empat belas tangga di lantai kedua.

Detail yang Sering Terlewat

Konteks & Warisan

Di jazirah Sulawesi Tenggara, Banua Tada berdiri sejajar dengan Kamali di lingkungan Kesultanan Buton dan dengan rumah panggung suku Tolaki di daratan Kendari. Perbandingan yang paling sering dipakai adalah dengan rumah adat Bugis: keduanya berbentuk panggung, tetapi Banua Tada menyusun ketinggian bertingkat sebagai penanda jabatan, sedangkan rumah Bugis menandai status lewat jumlah tiang dan lapis atapnya.

Ancaman utama Banua Tada adalah keterbatasan kayu jati dan makin sedikitnya tukang yang menguasai sambungan kunci tanpa paku. Beberapa rumah bangsawan di Baubau sudah mengganti dinding lantai bawah dengan beton, sementara Istana Malige dipertahankan sebagai cagar budaya dan museum. Kemendikbud menetapkan Banua Tada sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2021, tetapi regenerasi tukang tetap menjadi soal besar.

Sumber RujukanWikipedia ID “Rumah Adat Banua Tada” dan “Istana Malige”; indonesia.travel, “Banua Tada”; Bumisultra, “Banua Tada, Keunikan Rumah Adat Suku Wolio”; Wardani, “Bentuk, Fungsi, dan Makna Interior Rumah Adat Suku Buton”.
ATLAS RUMAH ADAT NUSANTARA ← Kembali ke Atlas